Baca dulu yang ini 5 pahlawan kemerdekaan nasional indonesia

Pahlawan Nusantara adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh pihak Pemerintah Indonesia atas jasa melawan penjajah yang banyak saksi heroik yang diklasifikasi sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi nusantara lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Radin Inten II  pejuang yang menjadi teladan (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang membela masyarakat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang selalu diingat. Muhammad Amiruddin  pejuang yang membela rakyat atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang kuat dan perkasa. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang tak kenal menyerah , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan nasional. Frans Kaisiepo  pejuang yang pantang menyerah (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang membela Indonesia. Zainul Arifin  pejuang yang selalu diingat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan kemerdekaan nasional indonesia

Sejarah 3 pahlawan yang berasal dari sulawesi selatan

Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh Negara Indonesia atas jasa melawan penjajah yang dianggap heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi nusantara lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Radin Inten II  pejuang yang menjadi kebanggaan rakyat (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang berani melawan penjajah. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang membela masyarakat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang membela rakyat. Muhammad Amiruddin  pejuang yang punya nyali besar atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang membela bangsa. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang selalu dikenang , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang membela rakyat. Frans Kaisiepo  pejuang yang punya nyali besar (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan nasional. Zainul Arifin  pejuang yang membela rakyat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 3 pahlawan yang berasal dari sulawesi selatan

Lihat di sini 5 pahlawan kemerdekaan indonesia

Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini dipersembahkan oleh Pemerintah Indonesia atas tindakan yang banyak saksi heroik yang dikategorikan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang waktu bagi masyarakat lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang selalu dibanggakan. Radin Inten II  pejuang yang kuat dan perkasa (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang pantang menyerah. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang berani melawan penjajah (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Muhammad Amiruddin  pejuang yang membela rakyat atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang membela bangsa. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang nusantara , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang selalu dibanggakan. Frans Kaisiepo  pejuang yang membela rakyat (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang membela Indonesia. Zainul Arifin  pejuang yang membela rakyat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan kemerdekaan indonesia

Sejarah 5 pahlawan yang sangat berjasa bagi indonesia

Pahlawan Nusantara adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini dipersembahkan oleh pihak Pemerintah Indonesia atas jasa berbakti pada bangsa yang diteliti heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi bangsa lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang selalu dikenang. Radin Inten II  pejuang yang menjadi kebanggaan rakyat (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang pantang menyerah. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang tak kenal menyerah (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan nasional. Muhammad Amiruddin  pejuang yang selalu dibanggakan atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang pantang menyerah. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang selalu dibanggakan , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Frans Kaisiepo  pejuang nusantara (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan nasional. Zainul Arifin  pejuang yang kuat dan perkasa atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan yang sangat berjasa bagi indonesia

Lihat di sini 5 pahlawan yang melawan jepang

Pahlawan Nusantara adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini diberikan oleh pihak Pemerintah Indonesia atas perjuangan yang banyak saksi heroik yang diklasifikasi sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi warga lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang membela Indonesia. Radin Inten II  pejuang yang selalu dibanggakan (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang membela Indonesia. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang membela rakyat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang menjadi teladan. Muhammad Amiruddin  pejuang yang membela masyarakat atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang kuat dan perkasa. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang menjadi kebanggaan rakyat , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Frans Kaisiepo  pejuang yang membela rakyat (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang pantang menyerah. Zainul Arifin  pejuang yang membela masyarakat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan yang melawan jepang

Catatan 3 pahlawan yang berani melawan belanda

Pahlawan negara Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini diberikan oleh pihak Pemerintah Indonesia atas perjuangan yang dianggap heroik yang dikategorikan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi bangsa lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang selalu dibanggakan. Radin Inten II  pejuang yang kuat dan perkasa (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang selalu diingat. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang membela rakyat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Muhammad Amiruddin  pejuang yang selalu dibanggakan atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang membela Indonesia. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang membela masyarakat , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang membela rakyat. Frans Kaisiepo  pejuang yang selalu diingat (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang membela Indonesia. Zainul Arifin  pejuang yang membela rakyat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 3 pahlawan yang berani melawan belanda

Simak di sini 2 pahlawan revolusi yang gugur di yogyakarta

Pahlawan Nasional Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini dipersembahkan oleh Negara Indonesia atas jasa melawan penjajah yang ada bukti heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi warga lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang pantang menyerah. Radin Inten II  pejuang yang gagah berani (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang selalu dibanggakan. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang selalu diingat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang menjadi teladan. Muhammad Amiruddin  pejuang yang kuat dan perkasa atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang tak kenal menyerah , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang pantang menyerah. Frans Kaisiepo  pejuang nasional (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang pantang menyerah. Zainul Arifin  pejuang nusantara atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 2 pahlawan revolusi yang gugur di yogyakarta

Simak di sini 6 pahlawan revolusi yang terbunuh pada peristiwa pki

Pahlawan negara Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh pihak Pemerintah Indonesia atas perjuangan yang banyak saksi heroik yang didefinisikan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi rakyat lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Radin Inten II  pejuang yang membela bangsa (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang selalu dikenang. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang gagah berani (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang kuat dan perkasa. Muhammad Amiruddin  pejuang yang membela rakyat atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang membela rakyat. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang selalu diingat , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang membela Indonesia. Frans Kaisiepo  pejuang yang membela masyarakat (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan Indonesia. Zainul Arifin  pejuang yang membela rakyat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 6 pahlawan revolusi yang terbunuh pada peristiwa pki

Lebih lengkap 5 pahlawan yang terlibat dalam perjuangan mencapai kemerdekaan

Pahlawan Nasional Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh pihak Pemerintah Indonesia atas jasa berbakti pada bangsa yang ada bukti heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi bangsa lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang selalu dikenang. Radin Inten II  pejuang yang selalu diingat (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang membela bangsa. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang pantang menyerah (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang selalu diingat. Muhammad Amiruddin  pejuang yang membela masyarakat atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang membela bangsa , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang selalu diingat. Frans Kaisiepo  pejuang yang gagah berani (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang membela bangsa. Zainul Arifin  pejuang nasional atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan yang terlibat dalam perjuangan mencapai kemerdekaan

Catatan 3 pahlawan yang melawan jepang

Pahlawan negara Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh Pejabat Indonesia atas jasa melawan penjajah yang ada bukti heroik yang dikategorikan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang waktu bagi nusantara lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang membela bangsa. Radin Inten II  pejuang yang selalu diingat (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang membela rakyat. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang punya nyali besar (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang membela Indonesia. Muhammad Amiruddin  pejuang yang gagah berani atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang membela rakyat. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang membela masyarakat , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang tak kenal menyerah. Frans Kaisiepo  pejuang yang membela rakyat (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang kuat dan perkasa. Zainul Arifin  pejuang yang pantang menyerah atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 3 pahlawan yang melawan jepang

Baca dulu yang ini 5 pahlawan kemerdekaan nasional

Pahlawan yang dianggap berjasa adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini dipersembahkan oleh Pejabat Indonesia atas jasa berbakti pada bangsa yang banyak saksi heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang waktu bagi masyarakat lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang membela rakyat. Radin Inten II  pejuang yang kuat dan perkasa (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan yang membela rakyat. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang menjadi kebanggaan rakyat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang menjadi teladan. Muhammad Amiruddin  pejuang yang gagah berani atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang pantang menyerah. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang membela rakyat , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang menjadi teladan. Frans Kaisiepo  pejuang yang selalu dikenang (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang punya nyali besar. Zainul Arifin  pejuang yang menjadi kebanggaan rakyat atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan kemerdekaan nasional

Selengkapnya 2 pahlawan yang berjuang pada masa penjajahan belanda

Pahlawan Nasional Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh Pejabat Indonesia atas jasa berbakti pada bangsa yang banyak saksi heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang waktu bagi warga lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang membela rakyat. Radin Inten II  pejuang yang tak kenal menyerah (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan Indonesia. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang punya nyali besar (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang menjadi teladan. Muhammad Amiruddin  pejuang yang pantang menyerah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang kuat dan perkasa. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang menjadi teladan , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Frans Kaisiepo  pejuang yang selalu dikenang (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang selalu dikenang. Zainul Arifin  pejuang yang pantang menyerah atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 2 pahlawan yang berjuang pada masa penjajahan belanda

Selengkapnya 5 pahlawan yang melawan belanda

Pahlawan Nasional Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini dipersembahkan oleh Pemerintah Indonesia atas tindakan yang banyak saksi heroik yang dipaparkan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang|diingat|dihargai|disanjung|dipuja|dipuji} dan diteladani sepanjang masa bagi masyarakat lainnya.


1.  Pahlawan Nasional Lampung


Radin Inten II adalah pahlawan yang membela rakyat. Radin Inten II  pejuang yang membela masyarakat (Lampung, 1834 – Lampung, 5 Oktober 1858) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai sebuah Bandara Radin Inten II dan perguruan tinggi IAIN Raden Intan di Lampung.Berdasarkan penelitian, Radin Inten II gelar Kesuma Ratu masih keturunan Fatahillah yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Putri Sinar Alam, seorang putri dari Minak Raja Jalan Ratu dari Keratuan Pugung, cikal-bakal pemegang kekuasaan di keratuan tersebut.



2. Pahlawan Nasional Maluku


Pattimura adalah pahlawan nasional. Pattimura (atau Thomas Matulessy) pejuang yang selalu diingat (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



3. Pahlawan Nasional Maluku Utara. 


Nuku Muhammad Amiruddin adalah pahlawan yang membela rakyat. Muhammad Amiruddin  pejuang yang gagah berani atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku (Soasiu, Tidore, 1738 – Tidore, 14 November 1805) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.



4. Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Timur


Herman Johannes adalah pahlawan yang membela rakyat. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes pejuang yang tak kenal menyerah , sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).  



5. Pahlawan Nasional Papua


Frans Kaisiepo adalah pahlawan yang membela rakyat. Frans Kaisiepo  pejuang nasional (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.


6. Pahlawan Nasional Sumatera Utara


K.H. Zainul Arifin adalah pahlawan yang berani melawan penjajah. Zainul Arifin  pejuang yang selalu dibanggakan atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU).


Nah, itulah 5 pahlawan yang melawan belanda

Postingan Populer